Wednesday, February 21, 2018

Belajar Tajwid 2: Hukum Istiadzah dan Basmalah

Beberapa hal terkait hukum istiadzah dan basmalah ketika akan membaca AL-Quran.
  1. Istiaadzah (استعاذة) artinya meminta perlindungan, maksudnya membaca taawudz (تعوذ) seperti bacaan: 
    أعوذب الله من الشيطان الرجيم
    Hukumnya adalah mustahab menurut jumhur ulama untuk membacanya pada setiap awal membaca Al Quran baik di awal surat maupun pada di pertengahan surat. Cukup bagi seseorang untuk membaca istiadzah sekali walaupun seluruh Al Quran selama bacaannya tidak terputus.
  2. Basmalah adalah membaca
  3. بسم الله الرحمن الرحيم
    Sunnah muakkad pada setiap awal surat kecuali surat Baraah (At-Taubah).
  4. Orang yang membaca Al-Quran boleh memilih ketika akan memulai membaca Al-Quran di pertengahan surat, jika ingin membaca basmalah (maka ini lebih afdhal) atau dia boleh tidak membacanya.
  5. Terdapat empat macam cara untuk membaca taawudz dan basmalah ketika ingin menggabungkan keduanya.
    • Washol Jami': menggabungkan tawwudz, basmalah, dan awal surat
    • Qat'ul Jami': memutuskan semua, dibaca masing-masing denga waqaf di antaranya
    • Menggabungkan taawudz dengan basmalah dalam satu nafas, baru membaca awal surat
    • Membaca taawudz dengan satu nafas, lalu membaca basmalah dan awal surat dengan digabungkan dengan satu nafas
  6. Membaca basmalah diantara dua surat ada empat cara: tiga diantaranya boleh dan satu yang lagi tidak diperbolehkan.
    • Yang diperbolehkan adalah: Washol Jami', Qat'ul Jami', dan Memutuskan akhir surat lalu menyambung basmalah dan awal surat berikutnya.
    • Yang tidak diperbolehkan adalah menyambung akhir surat dengan basmalah dengan satu nafas lalu memutusnya dengan awal surat.
  7. Tidak membaca basmalah ketika akan membaca surat Baraah. Cukup dengan membaca taawudz saja. Adapun jika dia menyambung dari akhir surat Al-Anfal maka ada tiga cara yang bisa dipilih:
    • Menyambung akhir surat Al-Anfal langsung ke awal surat At-Taubah dalam satu nafas dan tanpa dibaca saktah
    • Membaca dengan saktah (waqaf sejenak tanpa mengambil nafas)
    • Membaca dengan memberi waqaf diantaranya.
Walhamdulillahirabbil'alamin.
Materi "Belajar Tajwid" ini diterjemahkan secara bebas dari kitab Al-mudzakir Fil Tajwid dari Dr. Muhammad Nabhan Bin Husain Misri.


Sunday, February 4, 2018

Belajar Tajwid 1

Tajwid secara bahasa artinya tahsin.
Secara istilah, tajwid adalah meletakkan huruf sesuai dengan haknya dan yang berhak darinya baik makhroj, sifat, dan mad.

Tujuannya untuk menghindari dari kesalahan lisan ketika membaca Al-Quran dan menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Hukum mempelajarinya adalah fardhu kifayah, namun beramal dengannya (ketika membaca Al-Quran) adalah fardhu 'ain, berdasarkan ijma, ulama dari para salaf, dari nabi ﷺ untuk beramal dengannya dan tidak meninggalkannya.

الله اعلم

Saturday, January 6, 2018

Apakah Kamu Ridho?


Jangan berputus asa atas apa-apa yang luput dari mu!

Abu Hazim berkata nikmat Allah yang dengannya menghalangiku dari dunia lebih agung daripada nikmat dunia yang diberikan padaku. Sesungguhnya aku telah melihat kaum-kaum yang telah Allah berikan nikmat lalu mereka binasa.


وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ - 7:182
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Q.S. Al-A'raf:182.
Note:
"...Berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya."
#PR agar tidak mudah galau!
Allhamdulillah alaa kulli haalin.

Friday, October 6, 2017

Beriman Kepada Kitab Allah


Kitab artinya yang ditulis.
Secara syariat yang dimaksud adalah kitab-kitab yang Allah turunkan kepada Rasulnya sebagai petunjuk bagi manusia agar mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat.

Wajib bagi setiap muslim untuk beriman kepada kitab Allah berdasarkan Al-Quran, Hadist, dan Ijma.

Beriman kepada kitab Allah mecakup empat perkara:

  1. Beriman bahwasannya kitab-kitab tersebut diturunkan dari sisi Allah
  2. Beriman dengan nama-namanya yang telah diajarkan kepada kita, adapun yang tidak kita ketahui maka cukup kita imani secara umum
  3. Membenarkan kabar shahih  darinya seperti kabar dari Alquran dan dari kitab-kitab terdahulu yang belum diubah
  4. Beramal dengan hukum-hukum yang belum dihapus darinya, dan ridha dan patuh dengannya
Buah dari beriman kepada kitab Allah
  1. Ilmu tentang inayah (perhatian) dari Allah terhadap makhluknya dengan menurunkan kitab bagi setiap kaum sebagai petunjuk darinya
  2. Ilmu tentang hikmah Allah, tatkala Allah mensyariatkan bagi setiap kaum yang sesuai dengan keadaan mereka. (Al-Maidah:48)
  3. Bersyukur atas nikmat dari Allah dari urusan ini.

Bahan referensi:
Materi HSI Silsilah 07 Kajian 1 dan 2
Kitab Khulashotul Kalam fii Arkanil Islam dari Syaikh Abdullah Muhammad Ath-Toyar

Monday, August 7, 2017

Mencari Hadist Semudah Chatting

Nemu di beranda 
 ===
*MENCARI HADITS SEMUDAH CHATTING*
Pernahkah Anda menemukan hadits tapi tidak tahu siapa yang meriwayatkannya dan bagaimana statusnya?
Temukan jawabannya di bot Telegram. Caranya:1. Buka aplikasi Telegram Anda lalu ketik @AldorarBot di kotak pencarian. Setelah ketemu klik tulisan tersebut untuk masuk ke dalamnya.
2. Klik tombol Start
3. Tulis lafal hadits (Arab), contoh:
من صام رمضان
4. Kirim dan tunggu sejenak.
5. Akan ada balasan. Lihat hasilnya. Selanjutnya, kalau Anda ingin mencari hadits lain, Anda cukup tuliskan lafalnya di kotak chatting seperti Anda sedang chatting.
NB:
- Aplikasi ini sifatnya hanya membantu. Untuk melakukan takhrij yang sesungguhnya, Anda harus merujuk ke kitab-kitab aslinya.
- Sementara masih tersedia dalam versi Arab.
- Alamat lengkap bot di atas: https://telegram.me/AldorarBotSelamat mencoba. Semoga bermanfaat.
Reposted by:
www.ngajikitab.netJoin dan like:
telegram.me/ngajikitabnet
fb.com/ngajikitab.net
instagram.com/ngajikitabnet
===
Namun justru tantangan di zaman sekarang itu dari kemudahan teknologi itu sendiri.

Saturday, April 29, 2017

Bersabar dalam kesempitan dunia


At-Tur 52:48
"Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami"

Ayat ini hendaknya setiap muslim mengkikrarkan pada dirinya. Sesungguhnya ayat ini melapangkan kesempitan dunia.

Kosa kata baru:
قَرَّر  == menentukan, menyatakan
فسُح ـُ فساحة luas, lebar tempat itu ==> melapangkan

Makna kata "arsala"


Adz-dzariat 51, ayat 33

Ketika kata "arsala" bertemu dengan huruf 'ala maka ini bermakna berlebih-lebihan dalam menurunkan kabar gembira atau azab. Sementara jika bersambung dengan huruf ila, maka maknanya lebih ringan.
Ibnu 'Atiyah

Liyadabbaru Ayatah, J7, Q53